keinginan adalah sumber penderitaan (iwan fals)
masih ingatkah kita dengan lagu iwan fals yang berjudul ..... yang menceritakan kepada kita bagaimana keinginan atau nafsu yang selain bisa berdampak positif juga bisa berdampak sangat negatif.
lagu ini bagi saya mempunyai arti yang sangat berkesan, satu hal karena saya memang terlahir dari keluarga yang jauh dibawah level miskin. menurut cerita ibu dan bapak saya waktu mengisahkan tentang bagaimana masa lalu mereka. saya sempat mengalami sedikit masa-masa itu, dimana semua menjadi sedikit pilihan.
apa yang membedakan miskin dan kaya, berduit atau tidak. Satu hal yang saya amati adalah banyak pilihan yang mereka punyai.... dimana orang kaya dan berduit lebih punya banyak pilihan, sedangkan mereka yang tidak berduit hanya mempunyai 1 pilihan. kadang-kadang sama sekali tidak bisa memilih...
saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan orang yang menurut saya masih dalam proses mengerti tentang arti makna bahagia. apakah mengartikan bahagia itu sama dengan punya banyak uang dan di hormati banyak orang? silahkan tanya dengan banyak orang, atau kebanyakan orang? mereka pasti akan menjawab tidak, atau menjawab relatif atau menjawab hal-hal yang intinya mengatakan tidak. akan tetapi kalau kita mau melihat lebih dalam lagi ke dalam kehidupan mereka. memang saya tidak bisa memastikan seperti apa, akan tetapi saya bisa bilang kalau apa yang mereka buat bertolak belakang... dan mereka mengatakan itu karena mereka tidak mampu menjadi kaya (menurut orang yang sedang menjalin hubungan dengan saya).
entah itu adalah pesimisme atau optimisme terhadap banyak orang, atau sekedar pembenaran agar kita tetap nyaman meski hanya punya sedikit pilihan? itu yang saat ini masih saya cari...
pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan dalam kehidupan saya adalah...
1. siapakah saya kelak?
2. apakah yang saya putuskan sekarang ini benar untuk masa depan saya?
3. bagaimana saya akan mengatur hidup saya kelak?
4. perlukah kita khawatir terhadap masa depan?
dan sebenarnya masih banyak fikiran-fikiran yang ada di kepala ini...
ada benarnya nasihat orang2 suci, memberi terangkan hati (apakah kalau kita memberi itu selalu harus dalam bentuk uang) menurut saya tidak...
Post a Comment