Posted by
Nanko-Nanda kurniawan
pikiran adalah dunia tanpa batas, dunia dimana kita bisa melakukan apa saja. dunia yang berdiameter tidak lebih dari 30cm persegi ini mampu menciptakan sesuatu hal yang tidak terbatas. katakan banyak penemuan yang sudah dilakukan oleh organ paling rumit manusia ini. memang tidak semua penemuan itu merupakan hal yang baik, kadang penemuan yang itu merupakan senjata pemusnah massal yang membunuh ribuan jiwa yang tidak berdosa.
otak berbeda dengan fikiran, otak adalah organ sedangkan fikiran adalah hasil karya otak. berbagai macam buah karya manusia berasal dari organ kecil yang lunak ini. pembuktian yang sangat nyata, dari pertama manusia di ciptakan. bahwasanya otak yang tercipta sangat lunak, tidak mampu bergerak merupakan pusat dari semua pergerakan di tubuh kita. betapa bukti yang sangat nyata bahwa otak mengalahkan otot. bagaimana pun kekuatan tubuh kita, terkalahkan oleh sugesti yang diberikan oleh otak.
sugesti adalah hal yang tidak dapat saya jelaskan secara medis, tetapi saya bisa ceritakan apakah sugesti itu. menurut saya sugesti adalah keinginan yang kuat akan sesuatu, baik secara sadar maupun tidak sadar. hal inilah yang harus nya kita kendalikan dalam menjalani kehidupan.
misteri tentang dimensi waktu dan ruang hanya bisa kita pecahkan dalam fikiran kita. saya ada pertanyaan, menurut kalian... kenapa kita bisa memprediksi waktu kelahiran tetapi tidak dapat memprediksi waktu kematian. kenapa kita bisa merencanakan kelahiran tetapi kematian tidak?
Wednesday, November 24, 2010
Posted by
Nanko-Nanda kurniawan
masih ingatkah kita dengan lagu iwan fals yang berjudul ..... yang menceritakan kepada kita bagaimana keinginan atau nafsu yang selain bisa berdampak positif juga bisa berdampak sangat negatif.
lagu ini bagi saya mempunyai arti yang sangat berkesan, satu hal karena saya memang terlahir dari keluarga yang jauh dibawah level miskin. menurut cerita ibu dan bapak saya waktu mengisahkan tentang bagaimana masa lalu mereka. saya sempat mengalami sedikit masa-masa itu, dimana semua menjadi sedikit pilihan.
apa yang membedakan miskin dan kaya, berduit atau tidak. Satu hal yang saya amati adalah banyak pilihan yang mereka punyai.... dimana orang kaya dan berduit lebih punya banyak pilihan, sedangkan mereka yang tidak berduit hanya mempunyai 1 pilihan. kadang-kadang sama sekali tidak bisa memilih...
saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan orang yang menurut saya masih dalam proses mengerti tentang arti makna bahagia. apakah mengartikan bahagia itu sama dengan punya banyak uang dan di hormati banyak orang? silahkan tanya dengan banyak orang, atau kebanyakan orang? mereka pasti akan menjawab tidak, atau menjawab relatif atau menjawab hal-hal yang intinya mengatakan tidak. akan tetapi kalau kita mau melihat lebih dalam lagi ke dalam kehidupan mereka. memang saya tidak bisa memastikan seperti apa, akan tetapi saya bisa bilang kalau apa yang mereka buat bertolak belakang... dan mereka mengatakan itu karena mereka tidak mampu menjadi kaya (menurut orang yang sedang menjalin hubungan dengan saya).
entah itu adalah pesimisme atau optimisme terhadap banyak orang, atau sekedar pembenaran agar kita tetap nyaman meski hanya punya sedikit pilihan? itu yang saat ini masih saya cari...
pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan dalam kehidupan saya adalah...
1. siapakah saya kelak?
2. apakah yang saya putuskan sekarang ini benar untuk masa depan saya?
3. bagaimana saya akan mengatur hidup saya kelak?
4. perlukah kita khawatir terhadap masa depan?
dan sebenarnya masih banyak fikiran-fikiran yang ada di kepala ini...
ada benarnya nasihat orang2 suci, memberi terangkan hati (apakah kalau kita memberi itu selalu harus dalam bentuk uang) menurut saya tidak...
Thursday, November 18, 2010
Posted by
Nanko-Nanda kurniawan
dari sebuah gang kecil jalan ku pulang dan pergi tiap hari, ada banyak keluarga yang kalau di bilang mereka hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, kalau sekilas kita melihat hanya dari luar nya. tanpa mengetahui cerita di balik kehidupan mereka apa yang aku lihat adalah sebuah keluarga dengan suami/bapak yang tidak dengan pakaian yang necis, anak-anak yang hanya berpakaian seadanya. seorang ibu yang berwajah murung mengenakan daster, kadang celana pendek duduk2 di depan rumah mereka. hal lain yang menambah buruk penilaian adalah rumah yang mereka tempati, satu keluarga itu mempunyai ruang serbaguna. dimana semua mereka lakukan disitu kalau berada di rumah. saya melihat bagaimana mereka saling bertumpang tindih dalam ruangan yang hanya 2x4 meter dengan perabot rumah tangga yang terdapat di kanan kiri mereka.
saya berfikir sebenarnya bagaimana keluarga itu bisa sampai kesana? apakah memang mereka benar2 sudah berusaha untuk meningkatkan keuangan mereka? apakah memang impian mereka seperti itu? apakah mereka nyaman dengan kondisi mereka saat ini?
pertanyaan-pertanyaan itu selalu berputar di kepala, mempertanyakan hal2 yang selalu aku lihat. dalam hati memang aku sedikit mencemaskan masa depan ku. satu hal yang di cemaskan oleh banyak orang... masa depan kita akan seperti apa? itu adalah pertanyaan klasik yang selalu aktual.
kembali ke keluarga yang tinggal di dekat kost ku. aku tidak kenal dengan mereka, kenapa aku harus merisaukan mereka? apa manfaat aku mencemaskan mereka.... mereka juga belum tentu memikirkan kita. tentu saja benar apa yang ada dalam fikiran ku yang lain itu. mereka belum tentu menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan dengan jawaban yang seperti aku fikirkan.
yang pasti aku tetap bertanya, bagaimana mereka bisa sampai kesitu? apa yang membuat mereka tetap terpuruk dalam jurang kemiskinan. apakah mereka pernah berfikir untuk meningkat? atau memang itu kehendak mereka untuk menjadi miskin?
dapat saya pastikana kalau kita tanya mereka pasti tidak akan menjawab ingin miskin, pasti mereka mengelak kalau mereka nyaman dengan kondisi mereka. tapi tanpa mereka sadari, bahwa mereka telah nyaman dengan keadaan seperti itu, mereka telah berhenti berusaha untuk memajukan tingkat kehidupan sehingga mereka hanya bertahan hidup saja...
mungkin itu yang tejadi dengan mereka. paling tidak itu yang ada dalam fikiran ku... hipotesis yang aku ambil dari apa yang aku amati dan aku rasakan ketika melewati rumah2 kumuh mereka.
Tuesday, November 16, 2010