Make Widget

Hidup dalam keragaman atau kompleksitas

Posted by Nanko-Nanda kurniawan

dari sebuah gang kecil jalan ku pulang dan pergi tiap hari, ada banyak keluarga yang kalau di bilang mereka hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, kalau sekilas kita melihat hanya dari luar nya. tanpa mengetahui cerita di balik kehidupan mereka apa yang aku lihat adalah sebuah keluarga dengan suami/bapak yang tidak dengan pakaian yang necis, anak-anak yang hanya berpakaian seadanya. seorang ibu yang berwajah murung mengenakan daster, kadang celana pendek duduk2 di depan rumah mereka. hal lain yang menambah buruk penilaian adalah rumah yang mereka tempati, satu keluarga itu mempunyai ruang serbaguna. dimana semua mereka lakukan disitu kalau berada di rumah. saya melihat bagaimana mereka saling bertumpang tindih dalam ruangan yang hanya 2x4 meter dengan perabot rumah tangga yang terdapat di kanan kiri mereka.

saya berfikir sebenarnya bagaimana keluarga itu bisa sampai kesana? apakah memang mereka benar2 sudah berusaha untuk meningkatkan keuangan mereka? apakah memang impian mereka seperti itu? apakah mereka nyaman dengan kondisi mereka saat ini?

pertanyaan-pertanyaan itu selalu berputar di kepala, mempertanyakan hal2 yang selalu aku lihat. dalam hati memang aku sedikit mencemaskan masa depan ku. satu hal yang di cemaskan oleh banyak orang... masa depan kita akan seperti apa? itu adalah pertanyaan klasik yang selalu aktual.

kembali ke keluarga yang tinggal di dekat kost ku. aku tidak kenal dengan mereka, kenapa aku harus merisaukan mereka? apa manfaat aku mencemaskan mereka.... mereka juga belum tentu memikirkan kita. tentu saja benar apa yang ada dalam fikiran ku yang lain itu. mereka belum tentu menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan dengan jawaban yang seperti aku fikirkan.

yang pasti aku tetap bertanya, bagaimana mereka bisa sampai kesitu? apa yang membuat mereka tetap terpuruk dalam jurang kemiskinan. apakah mereka pernah berfikir untuk meningkat? atau memang itu kehendak mereka untuk menjadi miskin?

dapat saya pastikana kalau kita tanya mereka pasti tidak akan menjawab ingin miskin, pasti mereka mengelak kalau mereka nyaman dengan kondisi mereka. tapi tanpa mereka sadari, bahwa mereka telah nyaman dengan keadaan seperti itu, mereka telah berhenti berusaha untuk memajukan tingkat kehidupan sehingga mereka hanya bertahan hidup saja...

mungkin itu yang tejadi dengan mereka. paling tidak itu yang ada dalam fikiran ku... hipotesis yang aku ambil dari apa yang aku amati dan aku rasakan ketika melewati rumah2 kumuh mereka.